Jajanan Sunda

Halo, Frasaders!

Masih seputar suku Sunda nih, kali ini kita akan membahas tentang aneka jajanan yang sering dijual di daerah Sunda.

Cukup banyak jajanan dari Sunda yang menggugah selera, namun yang paling mendominasi makanan yang terbuat dari tepung kanji atau dalam Bahasa Sunda disebut aci. Dari satu bahan ini, kita dapat membuat berbagai macam makanan. Makanan olahan yang sering di jajakan diantaranya Cireng, Cimol, Cilor, Cilok, Cibay, Cilung, dan masih banyak lagi termasuk Seblak yang saat ini sudah populer di Indonesia. Khusus untuk seblak, kita akan membahasnya di kesempatan lain. Mari kita simak apa nih yang unik dari Cireng, Cimol, Cilor, Cibay, dan Cilung?

Ternyata hal unik dari makanan tersebut adalah cara pemberian nama pada setiap makanan tersebut. Pertama, pemberian nama disesuaikan dengan cara pembuatan jajanannya. Kedua, pemberian nama dapat berupa akronim dari bahan pembuatan makanan tersebut. Dan yang ketiga, pemberian nama dapat berupa cara memakannya. Yuk, kita simak satu persatu jajanan itu! Berikut paparannya:

v Cireng

Cireng merupakan kepanjangan dari aci digoreng. Jadi, Cireng terbuat dari aci  yang disiram dengan air panas dan diuleni, lalu setelahnya digoreng pada minyak dingin.

Adapun varian Cireng sekarang makin beraneka ragam, karna dijual dengan berbagai macam bumbu seperti bumbu rujak, bumbu kacang, saus pedas, cireng isi ayam suwir, dll.

v Cimol

Cimol merupakan kepanjangan dari aci digemol. Digemol dapat diartikan seperti ‘dicomot’ diambil sedikit oleh kelima jari tangan. Untuk pembuatanya, setelah adonan aci dicampur dengan air lalu diaduk merata, lalu dicomot dan dibentuk bulat-bulat kecil.

Cimol biasa disajikan dengan bumbu tabur pedas asin. Namun sekarang, semakin bervariatif dengan berbagai macam bumbu, seperti bumbu kacang kering, keju, barbeque, jagung manis, dan pedas manis.

v Cilor

Cilor yaitu kepanjangan dari aci telor. Jajanan ini berbahan dasar aci, dibentuk bulat seperti Cimol lalu ditusuk menggunakan tusukan sate. Namun sebelum digoreng, sate aci terlebih dahulu dimasukan ke dalam kocokan telur,  setelah itu digoreng.

Cilor biasa dimakan bersamaan dengan saus cair. Bentuk Cilor seperti sate, namun isinya bukan daging melainkan aci dan telur.

v Cilok

Cilok kepanjangan dari aci dicolok atau ditusuk. Hal ini dikarenakan cara memakan Cilok umumnya ditusuk atau dicolok menggunakan tusukan sate.

Cilok biasa dimakan dengan bumbu kacang, saus, atau kecap. Tidak jarang Cilok di dalamnya diisi dengan daging cincang, telur, sosis, keju, dll.

v Cibay

Cibay kepanjangan dari aci ngagebay, salah satu bahannya adalah tepung kanji. Namun, kali ini tepung kanji bukan satu-satunya bahan utama, ada bahan lain yakni kulit lumpia. Kulit Lumpia dijadikan bahan luarannya dan tepung kanji menjadi isiannya. Dengan isian aci setengah matang lalu digoreng. Jadi, apabila sudah digoreng teksturenya sedikit kental namun tidak kenyal. Renyah di luar (Dari kulit lumpia yang digoreng), kenyal di dalam. Saat kita menggigit Cibay ini, aka nada sedikit isian yang tidak langsung bisa terpotong oleh gigi, inilah yang dimaksud ngagebay. Seperti lem yang ditarik, tidak bisa langsung terlepas dari bagian lainnya.

Cibay biasa dimakan dengan cocolan saus pedas atau dibumbui dengan bubuk pedas asin. Cibay biasanya berbentuk persegi empat.

  • Cilung

    Cilung kepanjangan dari aci digulung, jajanan favorite anakanak SD ini berbahan dasar dari aci yang dicetak bulat tipis di penggorengan lalu diberikan saus, bubuk bawang, serundeng, dan bubuk asin. Namun bergantung kepada pembeli, bisa pesan isian cilung sesuai selera.

Setelah membaca ini, yuk tulis dikomentar mana yang termasuk jenis pemberian kesatu, kedua, dan ketiga. Jika ada dari Frasaders yang tahu makanan sunda lainnya, tulis di komentar yaa. 




Komentar